Layanan :

Cover Buku

bukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubuku
LORONG GELAP KEADILAN - Kisah Hidup, Perjuangan, dan Pemikiran Dr. H. IMAM ANSHORI SALEH, SH, M.Hum. PDF Print E-mail


LORONG GELAP KEADILAN

Kisah Hidup, Perjuangan, dan Pemikiran

Dr. H. IMAM ANSHORI SALEH, SH, M.Hum.

 

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Juni 2015

Tebal: 346 Halaman


Imam Anshori Saleh, putra seorang kepala desa di Jombang, Jawa Timur, sejak remaja merasakan langsung perlakuan tidak adil dari oknum penegak hukum kepadanya, keluarganya dan masyarakat desanya. Sungguh nyata yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, bahwa hukum telah dijadikan komoditas jual-beli oleh oknum-oknum penegak hukum. Rekayasa hukum sering dilakukan oknum penegak hukum, putih jadi hitam dan sebaliknya. Keadilan begitu mahal harganya bagi warga desa. Kekecewaan warga desa terhadap penegak hukum selama puluhan tahun berakumulasi, lalu menimbulkan persepsi bahwa peradilan kita berada di lorong yang gelap.

Perlakuan tidak adil oknum penegak hukum kepada warga desa membuka mata hati Imam untuk peka terhadap berbagai bentuk ketidakadilan, yang kemudian mengilhaminya menempuh studi ilmu hukum dan berperan nyata membenahi peradilan Indonesia. Di kemudian hari, keputusan itu mengantarnya menjadi jurnalis, legislator, praktisi hukum dan komisioner Komisi Yudisial RI.

Selama lebih dari 30 tahun, Imam memperjuangkan keadilan masyarakat lewat lisan, tulisan, dan perbuatan. Perjuangannya menegakkan keadilan sarat berbagai tantangan, mulai dari percobaan suap sampai teror. Semua itu bukannya membuat Imam jera, sebaliknya justru kian meneguhkan keyakinannya bahwa selalu ada jalan keadilan di tengah kezaliman. Lewat buku ini, Imam Anshori Saleh mengabadikan pikiran, ucapan dan tindakannya sebagai warisan bagi generasi muda penerus bangsa.


“Imam Anshori Saleh mengalami sendiri betapa semakin lebarnya kesenjangan antara teori dan praktik hukum di negara kita, sehingga keadilan yang hakiki nyaris bak fatamorgana bagi rakyat Indonesia.” 

~ Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. HENDROPRIYONO ~


“Dalam bukunya Lorong Gelap Keadilan ini, jelas tergambar dan terbaca bahwa kepedulian, keseriusan dan ketajaman Sdr Imam Anshori Saleh dalam mencermati dan mengkritisi persoalan-persoalan sosial, hukum dan keadilan menjadikannya kaya memori, pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga.”

~ Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO ~


“Lewat beragam kiprahnya, terutama sebagai Wakil Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, saudara Imam Anshori Saleh memberikan kontribusi berharga untuk menjernihkan kembali ranah hukum di negeri ini.” 

~ Prof. Dr. KH. SAID AQIL SIRADJ, MA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ~

 
Kaya Kerja Otot, Miskin Kerja Otak: Kisah Hidup dan Warisan Pengetahuan Prof Dr Ir Go Ban Hong, Ilmuwan Tanah Indonesia. PDF Print E-mail

alt

  Kaya Kerja Otot, Miskin Kerja Otak

Kisah Hidup dan Warisan Pengetahuan
Prof. Dr. Ir. GO BAN HONG
Ilmuwan Tanah Indonesia

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Prof. Dr. Ir. Go Ban Hong (88 tahun) mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan pertanian Indonesia, khususnya di bidang penelitian pertanian dan pendidikan pertanian. Di kalangan peneliti, dosen dan mahasiswa ilmu tanah, Go Ban Hong dikenal sebagai penggagas konsep fenomena kelelahan tanah.

Buku ini mengungkap kisah hidup dan warisan pengetahuan Go Ban Hong sebagai ilmuwan tanah Indonesia. Diawali dari persentuhan pertama pada ilmu pengetahuan di usia kanak-kanak, kemudian perjalanan merantau ke Solo, Jakarta dan Bogor untuk melanjutkan studi, memuaskan kecintaannya pada ilmu pengetahuan. Selanjutnya perjalanan karir sebagai peneliti di dalam dan luar negeri, pimpinan lembaga penelitian tanah dan lembaga penelitian pertanian, staf ahli Kementerian Pertanian RI, Guru Besar Institut Pertanian Bogor dan Universitas Sintuwu Maroso, Poso.

Go Ban Hong memulai cerita hidupnya dengan prolog mengisahkan peristiwa yang terjadi setahun menjelang kelulusan sebagai sarjana Fakultas Pertanian Universitas Indonesia, tepatnya pada 27 April 1952. Saat itu, ia berkesempatan menyaksikan langsung Presiden Sukarno menyampaikan pidato bersejarah berjudul “Soal Hidup atau Mati” dalam peletakan batu pertama pembangunan Kampus Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor, yang di kemudian hari menjadi Institut Pertanian Bogor.

Read more...
 
Billy Arman, Penyadap Karet Menapak Istana PDF Print E-mail

alt

Billy Arman

Penyadap Karet Menapak Istana

Penulis: Zulfikar Fuad

Lahir dari keluarga miskin, Billy Arman bekerja sejak usia 5 tahun, menjadi buruh penyungkil buah kelapa, penyadap karet, pekerja lumbung padi, penjaga durian runtuh, penjaring ikan di laut lepas, penjual es, pedagang roti, dan pedagang asongan di bioskop. Karena tidak punya uang untuk biaya masuk sekolah, di sela-sela berdagang roti, ia belajar membaca, menulis dan berhitung dengan mengintip guru yang sedang mengajar di ruang kelas, dari celah dinding papan sekolah yang berada di tengah sawah. Baru pada usia 14 tahun, ia berkesempatan mengenyam pendidikan formal sekolah dasar.

Billy tumbuh sebagai remaja tangguh dan ambisius, dengan impian besar menjadi pengusaha sukses. Demi mewujudkan impian, ia merantau ke Jakarta, berupaya menaklukkan Ibu Kota. Namun perjalanannya menggapai cita-cita dihadang beragam tantangan. Ia diusir keluarganya, terlunta-lunta, tinggal di pabrik kardus, dan berpindah-pindah untuk sekadar dapat tempat berteduh. Ia bekerja serabutan sebagai buruh bangunan, pemulung, pekerja sablon, asisten satpam, tukang tambal ban, tukang stempel, sales karpet, penjual telepon wireles, dan lain sebagainya. Di tengah perjuangan untuk bertahan hidup di rantau, ia lanjutkan sekolah dan mengikuti kursus bahasa Inggris dengan biaya dari tabungan hasil jerih payahnya bekerja.

Tiga puluh tahun kemudian, kehidupan Billy Arman berubah 180 derajat. Meski pendidikan formalnya hanya sampai tingkat SMA, berkat kerja keras selama tiga dekade yang menguras otak, mengucurkan keringat dan memeras air mata, ia berhasil membangun bisnis di berbagai bidang dengan bendera Tuas Mas Group, memimpin puluhan karyawan yang sebagian besar bergelar sarjana, berkantor di gedung bertingkat di tengah kota Jakarta, dan hampir tiap pekan pergi ke luar negeri untuk meluaskan relasi dan mengembangkan bisnis. Ia juga sempat menjadi asisten pribadi pejabat Istana Presiden dan Wakil Presiden yang mengantarnya masuk dan berperan dalam lingkungan Istana Negara.

Read more...
 
MERAMPUNGKAN TUGAS SEJARAH. Memoar Komjen Pol (purn) Drs. H. Sjachroedin ZP, SH. Satu Dekade Memimpin Pembangunan Provinsi Lampung (2004-2014) PDF Print E-mail

memoar Gubernur Lampung


MERAMPUNGKAN TUGAS SEJARAH

Memoar Komjen Pol (pur) Drs. H. SJACHROEDIN Z.P, S.H.

Satu Dekade Memimpin Pembangunan Lampung (2004-2014)

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: ALIFES Inc - By PT Media Kisah Hidup


SJACHROEDIN Z.P., seorang komisaris jenderal polisi yang baru saja pensiun, didesak masyarakat Lampung untuk memimpin Sai Bumi Ruwa Jurai. Namun ia harus menerima kenyataan pahit, panggung politik penuh skenario dan intrik. Pada pemilihan Gubernur Lampung 2002, yang diwarnai teror bom dan ketegangan, anggota DPRD Lampung yang sudah berkomitmen memilihnya malah membelot. Ia kalah telak dan jadi korban drama politik.

Menyusul tidak kunjung dilantiknya gubernur terpilih, bahkan hasil pemilihan gubernur dianulir oleh pemerintah pusat, Lampung kian kisruh. Demonstrasi berlangsung hampir tiap pekan dan menguras energi masyarakat. Konflik politik meluas dan merusak keharmonisan hubungan antara para pemimpin Lampung. Pemerintah pusat kemudian menugaskan penjabat gubernur untuk memimpin Lampung. Selama dua tahun, situasi politik dan keamanan di Lampung tidak stabil, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tidak berjalan efektif.

Pada 2004, akhirnya Sjachroedin Z.P. terpilih dan dilantik sebagai Gubernur Lampung definitif. Tapi batu besar menghadang langkahnya, selama dua tahun kepemimpinannya tidak diakui DPRD Lampung. Program pembangunan yang digagasnya diganjal. Rakyat Lampung dirugikan. Sudah cukuplah kesabarannya. Ia putuskan melawan siapa saja yang menghalanginya, demi rakyat. Ia melangkah tegap dan melabrak semua batu penghalang.

Read more...
 
THE SECRET OF BIOGRAPHY - Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H. PDF Print E-mail

thesecretofbiographyThe Secret of Biography - Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H.

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: PT Akademia Permata

Tahun terbit: 2012

Buku ini merupakan intisari pelajaran menulis biografi yang disampaikan oleh Ramadhan K.H. kepada Zulfikar Fuad sepanjang tahun 2002-2003. Ramadhan KH adalah penulis biografi sekaligus perintis roman biografi di Indonesia. Buku ini bisa membantu pembaca, siapa saja yang ingin menulis biografi dan penulis yang memilih penulisan biografi sebagai karir.

TERINGAT kalimat almarhum yang mengatakan bahwa 'tidak ada cerita orang yang tak menarik'. Itu sebabnya Ramadhan KH mendedikasikan dirinya untuk menjadi penulis biografi. Beliau selalu jujur dalam tulisannya untuk menceritakan kebaikan tokoh dalam bukunya, yang selalu bersumber dengan keikhlasan dan romantisme. Kebaikan hati yang bisa terbaca dengan sendirinya tanpa kalimat bersayap. Semoga dari buku Zulfikar Fuad ini, Anda bisa mempelajari keindahan sebagai seorang penulis biografi terbaik. Karena itu berarti bukan hanya saat Anda mendapat tokoh yang baik untuk ditulis, tapi ketika Anda dapat memberikan tulisan biografi yang baik kepada masyarakat, sebab dari buku tersebut banyak orang yang terinspirasi mengikuti langkah nyata sang tokoh agar bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Selamat berkarya! (GILANG RAMADHAN & SHAHNAZ HAQUE)

JIKA Anda ingin menjadi biograf dan belum sempat berguru kepada biograf fenomenal Alm. Ramadhan KH, selain bisa melalui membaca karyanya juga bisa belajar dari buku ini. Alhamdulillah, Zulfikar Fuad telah sempat berguru kepada beliau – singkat tapi intensif – dan berhasil menuangkan suatu "teori penulisan biografi ala Ramadhan KH" yang mendorong semangat dan inspiratif yang mungkin tidak terpikirkan oleh beliau sendiri semasa hidupnya. Benarlah ungkapan: ibarat sebatang lilin, dirinya rela terbakar tapi cahayanya menerangi orang-orang lain. (NINA PANE, wartawan/pengarang, berguru kepada Ramadhan KH juga)

PENULISAN biografi adalah wilayah terbuka, amat menantang, dan belum banyak yang memilih sebagai spesialisasi garapan. Karena itu, adalah pilihan tepat kalau ada di antara kita memilih "genre" penulisan ini sebagai pilihan. Dan, buku yang ditulis Zulfikar Fuad ini, bisa membantu pembaca, terutama yang ingin menekuni penulisan biografi. Ia bisa sebagai "penuntun". (DJADJAT SUDRADJAT, Dewan Redaksi Media Group)

menulis biografi
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 1 of 8

Informasi & Konsultasi

Click here to send message!

Send Message






Events Calendar

July 2015
S M T W T F S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

Twitter

By A Web Design

Facebook

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday251
mod_vvisit_counterYesterday1255
mod_vvisit_counterThis week4625
mod_vvisit_counterLast week20437
mod_vvisit_counterThis month14201
mod_vvisit_counterLast month68569
mod_vvisit_counterAll days1389004

We have: 15 guests online
Your IP: 54.162.227.136
 , 
Today: Jul 08, 2015