Layanan :

Cover Buku

bukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubuku
KELUAR DARI SELA BEBATUAN, LEPAS DARI RANTAI KEMISKINAN: Autobiografi Prof. Dr. Ir. Nurhajati Hakim PDF Print E-mail

Keluar dari Sela Bebatuan,

Lepas dari Rantai Kemiskinan

Autobiografi Prof. Dr. Ir. NURHAJATI HAKIM,
Guru Besar Ilmu Tanah Universitas Andalas

Co-Writer: Zulfikar Fuad

Penerbit: Metagraf, PT. Tiga Serangkai

Terbit: November 2015


Nurhajati Hakim lahir dari keluarga petani miskin dan buta huruf di desa tertinggal Sumatera Barat yang lahan pertaniannya ditutupi oleh hamparan bebatuan. Hampir sebagian besar warga desa, termasuk Nurhajati dan keluarganya, hidup dalam derita kemiskinan karena keterbatasan lahan pertanian. Tidak ada sawah atau ladang yang subur dan layak ditanami, tidak ada air bersih, tidak ada jalan raya dan mobil, dan tidak ada listrik. Nurhajati sekolah dengan berjalan kaki berpuluh-puluh kilo meter seraya menjunjung barang dagangan di atas kepala.

Di tengah himpitan kemiskinan dan penderitaan, Nurhajati menyemai impian menjadi guru demi melepaskan keluarga dan masyarakat desanya dari rantai kemiskinan. Dengan menjadi guru, ia berharap anak-anak di desanya terilhami oleh pengetahuan, yang membuka jalan bagi mereka bangkit dari kemiskinan dan berupaya menggapai hidup yang lebih baik sesuai impian masing-masing.

“Seperti halnya aku, anak-anak desaku juga menggenggam impian hidup sukses, namun jalan menuju sukses bagi mereka tampak gelap. Mereka butuh api penerang, sebentuk pengetahuan yang dapat mengantarkan mereka pada jalan menggapai cita-cita,” tutur Nurhajati.

Kendati kehidupan Nurhajati serba sulit, ia berhasil lulus SMA dengan prestasi gemilang dan diterima sebagai mahasiswa Jurusan Pertanian Universitas Andalas. Kegigihannya mendalami ilmu tanah menghasilkan penemuan Teknologi Pengapuran Terpadu (TPT) untuk Kesuburan Tanah Masam,  meraih doktor ilmu tanah dan kemudian diberi amanah sebagai Guru Besar Ilmu Tanah Universitas Andalas. Ia tercatat sebagai perempuan pertama doktor ilmu tanah Indonesia sekaligus wanita pertama Guru Besar Ilmu Tanah Indonesia.

Penemuan Nurhajati menjadi solusi bagi pemerintah untuk menangani masalah tanah masam miskin yang menempati 70% tanah Indonesia. Berkat TPT, tanah masam miskin di seluruh nusantara kini dapat diubah menjadi produktif untuk kebutuhan transmigrasi dan penyediaan kebutuhan pangan rakyat Indonesia.

Gairah mengejar ilmu mengantarnya keliling dunia, menjadi peserta maupun pembicara di forum ilmiah internasional. Pencapaian yang diraihnya di tengah berbagai tantangan kesulitan hidup jauh melampaui cita-citanya yang sederhana, menjadi guru.

Melalui buku ini, Prof. Dr. Ir. Nurhajati Hakim berbagi inspirasi kepada generasi muda Indonesia. Bahwa siapapun kita dan betapapun sulitnya hidup kita hari ini, semua orang punya peluang yang sama untuk merengkuh pengetahuan melalui pendidikan, demi menggapai hidup sukses mulia. Ia meyakini bahwa cahaya ilmu pengetahuan akan menerangi jalan hidup sukses bagi setiap orang yang berupaya dengan penuh kesungguhan untuk meraihnya.

 
THE NETPRENEUR STORY - Suzanna Theresia, dari Karyawan Jadi Miliarder Bisnis Internet PDF Print E-mail

Best-seller Books | #1 Top Ten Books Gramedia


THE NETPRENEUR STORY

Suzanna Theresia, dari Karyawan Jadi Miliarder Bisnis Internet


Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 7 September 2015

Tebal: 150 halaman

Harga: Rp 50.000,-


Suzanna Theresia (Sue), pendiri Shavuot Pte. Ltd. dan PT. Shavuot Kreatif Solusi, menghabiskan satu dekade meniti tangga karir korporasi sebelum memutuskan mengejar impian kreatifnya menjadi netpreneur. Berbekal semangat belajar tak kenal henti, kobar visi yang pantang padam, juga kerja keras nan cerdas yang terus diupaya, Sue akhirnya menemukan istana suksesnya setelah lima tahun penuh perjuangan.

Kini Sue dikenal sebagai internet marketer sekaligus product creator dengan pengaruh luas di tingkat global. Serial produk ciptaannya, seperti InstaBuilder, InstaMember, InstaTheme dan InstaProduct, telah digunakan oleh ratusan ribu orang di berbagai belahan dunia dan memberinya pundi-pundi jutaan dolar dalam 2,5 tahun terakhir. Bahkan, produk teranyarnya InstaBuilder 2.0 yang diluncurkan Desember 2014 meraih pendapatan setengah juta dolar hanya dalam 7 hari. Bisnisnya dikelola secara remote dengan 20 karyawan tersebar di berbagai negara dan terus mendatangkan uang berlimpah selama 24 jam sehari sepanjang tahun.

Dengan prestasinya sekarang, Sue sadar bahwa cara terbaik mensyukurinya adalah dengan membagikan pengalaman dan ilmunya kepada segenap garuda muda Indonesia, agar mampu melesat tinggi meraih kebebasan finansial sejak dini, hanya berbekal internet.

 
LORONG GELAP KEADILAN - Kisah Hidup, Perjuangan, dan Pemikiran Dr. H. IMAM ANSHORI SALEH, SH, M.Hum. PDF Print E-mail


LORONG GELAP KEADILAN

Kisah Hidup, Perjuangan, dan Pemikiran

Dr. H. IMAM ANSHORI SALEH, SH, M.Hum.

 

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Juni 2015

Tebal: 346 Halaman


Imam Anshori Saleh, putra seorang kepala desa di Jombang, Jawa Timur, sejak remaja merasakan langsung perlakuan tidak adil dari oknum penegak hukum kepadanya, keluarganya dan masyarakat desanya. Sungguh nyata yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, bahwa hukum telah dijadikan komoditas jual-beli oleh oknum-oknum penegak hukum. Rekayasa hukum sering dilakukan oknum penegak hukum, putih jadi hitam dan sebaliknya. Keadilan begitu mahal harganya bagi warga desa. Kekecewaan warga desa terhadap penegak hukum selama puluhan tahun berakumulasi, lalu menimbulkan persepsi bahwa peradilan kita berada di lorong yang gelap.

Perlakuan tidak adil oknum penegak hukum kepada warga desa membuka mata hati Imam untuk peka terhadap berbagai bentuk ketidakadilan, yang kemudian mengilhaminya menempuh studi ilmu hukum dan berperan nyata membenahi peradilan Indonesia. Di kemudian hari, keputusan itu mengantarnya menjadi jurnalis, legislator, praktisi hukum dan komisioner Komisi Yudisial RI.

Selama lebih dari 30 tahun, Imam memperjuangkan keadilan masyarakat lewat lisan, tulisan, dan perbuatan. Perjuangannya menegakkan keadilan sarat berbagai tantangan, mulai dari percobaan suap sampai teror. Semua itu bukannya membuat Imam jera, sebaliknya justru kian meneguhkan keyakinannya bahwa selalu ada jalan keadilan di tengah kezaliman. Lewat buku ini, Imam Anshori Saleh mengabadikan pikiran, ucapan dan tindakannya sebagai warisan bagi generasi muda penerus bangsa.


“Imam Anshori Saleh mengalami sendiri betapa semakin lebarnya kesenjangan antara teori dan praktik hukum di negara kita, sehingga keadilan yang hakiki nyaris bak fatamorgana bagi rakyat Indonesia.” 

~ Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. HENDROPRIYONO ~


“Dalam bukunya Lorong Gelap Keadilan ini, jelas tergambar dan terbaca bahwa kepedulian, keseriusan dan ketajaman Sdr Imam Anshori Saleh dalam mencermati dan mengkritisi persoalan-persoalan sosial, hukum dan keadilan menjadikannya kaya memori, pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga.”

~ Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO ~


“Lewat beragam kiprahnya, terutama sebagai Wakil Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, saudara Imam Anshori Saleh memberikan kontribusi berharga untuk menjernihkan kembali ranah hukum di negeri ini.” 

~ Prof. Dr. KH. SAID AQIL SIRADJ, MA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ~

 
Kaya Kerja Otot, Miskin Kerja Otak: Kisah Hidup dan Warisan Pengetahuan Prof Dr Ir Go Ban Hong, Ilmuwan Tanah Indonesia. PDF Print E-mail

alt

  Kaya Kerja Otot, Miskin Kerja Otak

Kisah Hidup dan Warisan Pengetahuan
Prof. Dr. Ir. GO BAN HONG
Ilmuwan Tanah Indonesia

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Prof. Dr. Ir. Go Ban Hong (88 tahun) mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan pertanian Indonesia, khususnya di bidang penelitian pertanian dan pendidikan pertanian. Di kalangan peneliti, dosen dan mahasiswa ilmu tanah, Go Ban Hong dikenal sebagai penggagas konsep fenomena kelelahan tanah.

Buku ini mengungkap kisah hidup dan warisan pengetahuan Go Ban Hong sebagai ilmuwan tanah Indonesia. Diawali dari persentuhan pertama pada ilmu pengetahuan di usia kanak-kanak, kemudian perjalanan merantau ke Solo, Jakarta dan Bogor untuk melanjutkan studi, memuaskan kecintaannya pada ilmu pengetahuan. Selanjutnya perjalanan karir sebagai peneliti di dalam dan luar negeri, pimpinan lembaga penelitian tanah dan lembaga penelitian pertanian, staf ahli Kementerian Pertanian RI, Guru Besar Institut Pertanian Bogor dan Universitas Sintuwu Maroso, Poso.

Go Ban Hong memulai cerita hidupnya dengan prolog mengisahkan peristiwa yang terjadi setahun menjelang kelulusan sebagai sarjana Fakultas Pertanian Universitas Indonesia, tepatnya pada 27 April 1952. Saat itu, ia berkesempatan menyaksikan langsung Presiden Sukarno menyampaikan pidato bersejarah berjudul “Soal Hidup atau Mati” dalam peletakan batu pertama pembangunan Kampus Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor, yang di kemudian hari menjadi Institut Pertanian Bogor.

Read more...
 
Billy Arman, Penyadap Karet Menapak Istana PDF Print E-mail

alt

Billy Arman

Penyadap Karet Menapak Istana

Penulis: Zulfikar Fuad

Lahir dari keluarga miskin, Billy Arman bekerja sejak usia 5 tahun, menjadi buruh penyungkil buah kelapa, penyadap karet, pekerja lumbung padi, penjaga durian runtuh, penjaring ikan di laut lepas, penjual es, pedagang roti, dan pedagang asongan di bioskop. Karena tidak punya uang untuk biaya masuk sekolah, di sela-sela berdagang roti, ia belajar membaca, menulis dan berhitung dengan mengintip guru yang sedang mengajar di ruang kelas, dari celah dinding papan sekolah yang berada di tengah sawah. Baru pada usia 14 tahun, ia berkesempatan mengenyam pendidikan formal sekolah dasar.

Billy tumbuh sebagai remaja tangguh dan ambisius, dengan impian besar menjadi pengusaha sukses. Demi mewujudkan impian, ia merantau ke Jakarta, berupaya menaklukkan Ibu Kota. Namun perjalanannya menggapai cita-cita dihadang beragam tantangan. Ia diusir keluarganya, terlunta-lunta, tinggal di pabrik kardus, dan berpindah-pindah untuk sekadar dapat tempat berteduh. Ia bekerja serabutan sebagai buruh bangunan, pemulung, pekerja sablon, asisten satpam, tukang tambal ban, tukang stempel, sales karpet, penjual telepon wireles, dan lain sebagainya. Di tengah perjuangan untuk bertahan hidup di rantau, ia lanjutkan sekolah dan mengikuti kursus bahasa Inggris dengan biaya dari tabungan hasil jerih payahnya bekerja.

Tiga puluh tahun kemudian, kehidupan Billy Arman berubah 180 derajat. Meski pendidikan formalnya hanya sampai tingkat SMA, berkat kerja keras selama tiga dekade yang menguras otak, mengucurkan keringat dan memeras air mata, ia berhasil membangun bisnis di berbagai bidang dengan bendera Tuas Mas Group, memimpin puluhan karyawan yang sebagian besar bergelar sarjana, berkantor di gedung bertingkat di tengah kota Jakarta, dan hampir tiap pekan pergi ke luar negeri untuk meluaskan relasi dan mengembangkan bisnis. Ia juga sempat menjadi asisten pribadi pejabat Istana Presiden dan Wakil Presiden yang mengantarnya masuk dan berperan dalam lingkungan Istana Negara.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 1 of 8

Informasi & Konsultasi

Click here to send message!

Send Message






Events Calendar

May 2016
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Twitter

By A Web Design

Facebook

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday298
mod_vvisit_counterYesterday2080
mod_vvisit_counterThis week8692
mod_vvisit_counterLast week12937
mod_vvisit_counterThis month55151
mod_vvisit_counterLast month65992
mod_vvisit_counterAll days2001232

We have: 12 guests online
Your IP: 54.81.225.75
 , 
Today: May 25, 2016