Layanan :
Akankah Jokowi, Si Anak Bantaran Kali, Memimpin Ibu Pertiwi? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 16 March 2014 20:32

alt

Suatu sore di tahun 2009 tanpa sengaja saya bertemu Jokowi, Walikota Solo di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Ia mengenakan kemeja putih, mendorong sendiri travel bag menuju pintu utama, tanpa didampingi ajudan atau pejabat Kota Solo.

Saya merasa heran, mengapa Jokowi harus ke Bandara Adisutjipto untuk terbang ke Jakarta padahal di Solo ada Bandara Internasional Adisumarmo yang tidak kalah mewahnya dan baru diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saya belum pernah bertemu-muka dengan Jokowi dan tidak kenal dengan beliau sebelumnya, tapi karena penasaran saya sapa Jokowi yang baru turun dari mobil pribadi yang mengantarnya:

Saya: Pak Wali, loh kok Bapak di sini, kenapa tidak terbang dari Solo saja, kan dari sana juga bisa?

Jokowi: Iya Dik, maunya begitu, tapi saya tidak kebagian tiket pesawat di Solo, jadi dari Yogya saja, yang penting tiba dengan selamat to?

Saya: Bagaimana mungkin seorang Walikota Solo bisa tidak kebagian tiket pesawat di daerah sendiri, bukankah biasanya ada fasilitas khusus untuk pejabat seperti Bapak?

Jokowi: Ha..ha..ha..saya kan bukan orang khusus Dik...lagian ndak nyaman kalo dikhususkan begitu...

Saya: Lantas, kenapa Bapak ke Jakarta sendirian dan Bapak dorong tas tanpa dibantu ajudan?

Jokowi: Wah Dik malah tambah repot nanti kalo berdua...dan menambah biaya yang tidak perlu...kecuali kalau ada hal yang penting baru biasanya saya ajak kepala dinas atau staf lainnya...

Saya: Wah jarang sekali saya lihat pemimpin seperti Bapak...sederhana dan efektif...

Jokowi: Memang sudah seharusnya begitu Dik, tidak ada yang aneh...ayo kita ke Dunkin Donat dulu sambil menunggu jadwal take off..

Sementara kami berdua minum kopi sebentar, saya masih terheran-heran dan kagum dengan kesederhanaan Jokowi. Saya lihat beliau mengeluarkan tiket dari sakunya, tertera kode yang menunjukkan kelas ekonomi. Rasa kagum saya pun bertambah.

Beberapa waktu kemudian saya mengklik Google dengan kata kunci “Jokowi”, banyak cerita tentang beliau. Diantaranya disebutkan Jokowi selama menjabat Walikota Solo tidak pernah mengambil gajinya, ia hidup dari pendapatan usaha furniture yang dibangunnya dari nol, jauh sebelum menjadi pejabat publik. Sementara gajinya dikelola staf untuk membiaya sekolah anak-anak dari keluarga tidak mampu dan membantu kegiatan sosial warga Solo.

Pada Jumat (14/3/2014) Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengumumkan Surat Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang isinya mendukung Jokowi sebagai calon presiden PDI Perjuangan.

Sesaat setelah pengumuman itu, kabar Jokowi resmi menjadi Calon Presiden RI tersebar luas ke seluruh penjuru negeri, peta politik 2014 berubah secara dramatis, pro-kontra menghiasi media dan dunia maya, nama Jokowi menguasai lebih dari 13.200.000 artikel Google, dan menjadi perhatian publik dunia.

Akankah Jokowi, anak bantaran kali, memimpin Ibu Pertiwi?

Setelah menerima mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan, kemudian mandat dari rakyat, pada akhirnya, yang menentukan jalan hidup Jokowi sebagai Presiden RI adalah mandat dari Panglima Tertinggi Alam Semesta, Allah SWT.

Last Updated on Tuesday, 06 October 2015 11:59
 
Artikel Random

Informasi & Konsultasi

Click here to send message!

Send Message






Events Calendar

June 2017
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1