Layanan :
Wawancara Khusus @SangBiograf dengan Prof Nggih Ngoten: "Ditemukan Seribu Alasan Penyebab Banyak Orang Gagal Jadi Penulis” PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 11 May 2014 11:28

BUMI NUSANTARA--Baru-baru ini ilmuwan dari Intitut Seni Nrawang dan Googgling (ISeNG) menggemparkan jagad literasi. Profesor Nggih Ngoten, Guru Besar ISeNG, Sang Ilmuwan itu, disebut-sebut telah melakukan penelitian mendalam selama puluhan tahun untuk mencari tahu mengapa banyak orang gagal menjadi penulis, dan hasilnya ia menemukan “Seribu Alasan Penyebab Banyak Orang Gagal Jadi Penulis.”

Publik nasional dan internasional sempat dibuat penasaran karena Profesor Nggih Nggoten bersikeras menolak mempublikasikan hasil temuannya yang menghebohkan. Saya beruntung berhasil mewawancarai Prof Nggih Ngoten di kediamannya Jl Weleh-Weleh No ½ Kota Bumi Nusantara dan mengungkap sebagian hasil penemuannya ke hadapan publik. Berikut petikannya:

@SangBiograf: Prof, dunia menanti keterangan Anda prihal hasil penemuan yang Anda sembunyikan itu. Demi kemajuan jagad literasi, mohon jelaskan, apa saja alasan penyebab banyak orang gagal jadi penulis?

#Prof ‪Nggih Ngoten: Saya menolak mempublikasikan temuan itu bukannya tanpa alasan. Tapi baiklah, karena Anda mendesak saya dan saya mulai merasa terpojok, sekarang akan saya jelaskan apa adanya. Penelitian yang saya lakukan selama 50 tahun lebih berhasil membuktikan bahwa ada seribu alasan yang menjadi penyebab banyak orang gagal jadi penulis, antara lain;
1. Lebih banyak ingin menulis daripada bertindak menulis.
2. Lebih banyak mencerca karya penulis daripada memulai menulis.
3. Lebih banyak menggunakan lap top untuk game dan media sosial daripada untuk menulis.
4. Lebih banyak googling daripada menulis.
5. Lebih banyak menghayal daripada menggunakan hayalan untuk menulis.
6. Lebih banyak nonton tv dan bioskop daripada mengeksplorasi tontonan untuk bahan menulis.
7. Lebih banyak ngerumpi daripada menulis.
8. Lebih banyak bicara daripada menulis.
9. Lebih banyak tidur daripada menulis.
10. Lebih banyak makan daripada menulis.

Dari seribu alasan itu, cukup sepuluh saja ya yang saya buka.

@SangBiograf: Loh..loh..kenapa Prof?

#Prof Nggih Ngoten: Cukup sepuluh saja. Kalau saya bilang cukup, ya cukup. Tidak lebih dan tidak kurang.

@SangBiograf: Profesor, demi Tuhan, saya mohon Anda buka semua apa-adanya hasil penelitian Anda itu. Seribu alasan yang Anda temukan itu. Supaya publik nasional dan internasional menjadi puas karena rasa penasaran mereka terbayar lunas.

#Prof Nggih Ngoten: Maaf, saya bukan alat pemuas ya. Ha..ha..ha..Tapi baiklah. Begini ya, kalau hasil penelitian saya, yang saya beri judul “Seribu Alasan Penyebab Banyak Orang Gagal Jadi Penulis” itu saya sebutkan semuanya satu-persatu, maka orang-orang di dunia nyata dan di dunia maya, tidak akan pernah memulai menulis karena sibuk dengan “Seribu Alasan” yang saya temukan.

@SangBiograf: Oh begitu ya, Prof. Saya paham maksud Profesor. So, supaya impian orang-orang yang ingin menjadi penulis itu terwujud, bagaimana caranya Prof?

#Prof Nggih Ngoten: Ya, sederhana saja. Berhentilah bermimpi dan mulailah menulis sekarang juga. Hidupkan lap top dan mulai menulis apa saja yang sesuai dengan minat dan hasrat masing-masing. Ambil pena dan mulailah menulis di buku catatan. Menulislah setiap hari secara konsisten dan disiplin.

@SangBiograf: Wah..wah…benar juga ya. Nah, untuk menjadi ahli dalam menulis apa yang harus dilakukan Prof?

#Prof Nggih Ngoten: ya itu tadi, menulislah setiap hari secara konsisten dan disiplin. Tetapkan target harian, misalnya 10 halaman per hari. Untuk menjadi mumpuni atau ahli dalam menulis, seseorang yang punya impian jadi penulis tidak boleh berhenti menulis selama 10.000 jam. Itu kira-kira sekitar 5 sampai 7 tahun, tergantung target menulis masing-masing orang setiap hari.

@SangBiograf: Terima kasih banyak, Profesor. Oh ya, tentang penelitian yang Anda lakukan itu, metodeloginya bagaimana Prof?

#Prof Nggih Ngoten: Oh ya, ini penting disampaikan karena metode penelitian itu juga merupakan hasil penemuan saya yang sudah dipatenkan. Jadi begini, saya memadukan ilmu nrawang dan ilmu googling, hasilnya jadilah ilmu nragoologi, yakni penelitian atau nebak-nebak dengan memfungsikan metafisika dan pencarian di google secara bersamaan. Hasilnya dahsyat: banyak orang dibuat bingung, tapi inti pesan yang saya sampaikan bisa nyambung.

Biografi Mini
Prof Nggih Ngoten lahir pada 17 Agustus 1945 di pagi yang cerah, sesaat setelah bendera merah putih berkibar di seluruh Bumi Nusantara. Sebagai ilmuwan, namanya sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama yang hidup dan menetap di Pulau Jawa. Bahkan popularitas Prof Nggih Ngoten mengalahkan Prof B.J. Habibie. Dalam catatan sejarah, belum ada satu tokohpun yang namanya paling sering disebut oleh masyarakat luas kecuali nama Prof Nggih Ngoten. Nggih Ngoten, kerap diucap puluhan ribu kali oleh masyarakat kita di seluruh penjuru Nusantara, di setiap waktu dan di sepanjang tahun.

Disclamer:
Pewawancara tidak bertanggungjawab atas akibat yang ditimbulkan setelah Anda membaca tulisan ini. Membaca tulisan ini terlalu serius dapat mengakibatkan ketegangan otak, sebaliknya membaca tulisan ini sambil ngakak akan menyehatkan jantung dan saluran pernapasan. Gunakan dosis membaca secukupnya sesuai drajat penyakit “gagal menjadi penulis” yang Anda derita. Konsultasikan penyakit yang Anda derita ke klinik menulis, jika setelah membaca tulisan ini Anda masih juga tidak jadi penulis.

Last Updated on Sunday, 11 May 2014 14:59
 
Artikel Random

Informasi & Konsultasi

Click here to send message!

Send Message






Events Calendar

June 2017
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1