Layanan :

Cover Buku

bukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubuku
Agar Biografi Jadi Memikat PDF Print E-mail


Jawa Pos Minggu 23 September 2012


SASTRAWAN Ramadhan K.H adalah salah seorang penulis biografi terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Di tangannya, kisah hidup seorang tokoh menjadi hadir begitu jujur, menggugah, dan daya pikatnya bertahan lama. Dari 30 buku yang pernah dituliskannya, sepertiga di antaranya adalah biografi.

Mulai Inggit Ganarsih, hingga Soeharto, sampai Ali Sadikin. Buku ini merupakan hasil berguru sang penulis selama setahun kepada ayahanda drummer terkemuka tanah air, Gilang Ramadhan, itu. (*)


Judul Buku: The Secret of Biography, Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H

Penulis       : Zulfikar Fuad

Penerbit     : Akademia Permata Jakarta

Cetakan     : I/2012



 
Ramadhan KH “Hidup Kembali” PDF Print E-mail


Resensi oleh: Wahyu Awaludin

Siapa yang tak kenal Ramadhan K.H? Dia lah yang menulis kisah bang Ali saat menjabat jadi gubernur DKI Jakarta. Andaikata tak ada beliau, tak mungkin kita mengetahui bahwa gubernur legendaris itu dengan berani pernah mengejar dan menempeleng anggota ABRI yang melanggar lalu lintas. Dan tanpa buku biografi Ramadhan KH itu, mungkin kita juga takkan tahu bahwa bung Karno pernah mengucapkan kata-kata legendaris yang kini melekat di benak kita, “Semua orang akan selalu mengingatnya. Inilah yang telah dilakukan Ali Sadikin. ‘Dit heft Ali Sadikin gedaan“, kata bung Karno.

Dengan karya-karyanya yang berderet-deret, Ramadhan KH adalah pelopor penulisan biografi di Indonesia. Bahkan beliau adalah satu-satunya penulis terbaik Indonesia untuk jenis penulisan roman biografi (hal.17). Karyanya meliputi Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan bung Karno, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, Gelombang Hidupku, dan lainnya. Saat ini mungkin Ramadhan KH sudah wafat, tetapi penulis buku yang akan kita bahas ini telah mewariskan semangat juang beliau.

Adalah Zulfikar Fuad yang pernah berguru kepada Ramadhan KH tentang kepenulisan biografi. Dari hasil “berguru” dan tambahan butiran pengalamannya menulis belasan biografi, lahirlah buku The Secret of Biography: Rahasia Menulis Biografi ala Ramadhan KH. Buku ini terdiri dari 155 halaman, tapi mungkin inilah buku panduan kepenulisan biografi pertama yang praktis. Dengan bahasa yang sederhana dan khas jurnalistik, Zulfikar Fuad memaparkan hasil-hasil wawancara dengan Ramadhan KH juga alur bagaimana menulis biografi yang baik.

Buku ini dibagi menjadi lima bagian. Bagian pertama dibuka dengan mengenang Ramadhan KH. Di sini dipaparkan sosok beliau sebagai penulis biografi. Di sini dipaparkan bagaimana Ramadhan KH lebih memilih sudut pandang humanis dan pemaparan sebagai orang pertama dalam menulis biografinya. Bagian kedua diisi oleh alasan-alasan mengapa kita harus menulis biografi. Ada satu hal yang unik. Di sini dipaparkan sebab mengapa sebagian orang Indonesia enggan menulis biografi. Penulis melacak sebab-sebabnya, yakni merasa bukan siapa-siapa, tidak punya kemampuan menulis, masih terlalu muda, tidak punya kisah yang menarik, dan sebagainya. Tidak hanya itu, penulis juga membantah alasan-alasan tersebut.

Bagian ketiga dibuka oleh pembedahan bagaimana gaya menulis biografi Ramadhan KH. Bab eksklusif ini bisa penulis sajikan karena pernah berguru intensif selama kurang lebih dua tahun kepada Ramadhan KH. Inilah yang menurut saya menjadi nilai lebih yang sangat kuat dari buku ini. Bagian keempat berisi catatan-catatan dari penulisan biografi di dunia. Yang dibahas oleh penulis di antaranya adalah Walter Isaacson si penulis biografi Steve Jobs dan seorang Mahatma Gandhi. Dan bagian terakhir diisi oleh sebagian artikel yang pernah muncul di website penulis, http://penulisbiografi.com.

Kekurangan buku ini terletak di covernya yang “mentah”. Tidak ada gambar sama sekali. Hanya teks dan efek dasar yang begitu membosankan. Penampilan luar yang tidak bagus ini bisa menyurutkan minat calon pembeli. Saya khawatir kover buku ini berdampak sangat buruk dari segi marketing. Selain itu, ada pemaparan yang “tidak nyambung” dengan tema buku dan terkesan dipaksakan masuk, misalnya bab “Kenangan Shalat Jumat Bersama Pak Harto”, “Emha: ‘Kacamata Gus Dur yang Baru Itu Duit Rakyat”, “Hidupku tinggal 24 Jam?”, dan “Habibie, Bapak Iptek Indonesia”. Menurut hemat saya, bab-bab di atas tidak ada hubungannya sama sekali dengan tema buku. Itu tidak lebih dari catatan penulis tentang buku biografi yang pernah dibuat.

Namun, patut diakui penulis buku memiliki tema yang segar. Sepengetahuan kami, ini adalah buku pertama yang membahas tentang biografi, apalagi dari sudut pandang Ramadhan KH. Selain itu, nilai paling kuat dari buku ini adalah basisnya adalah pengalaman nyata. Penulis yang sempat berguru intensif selama dua tahun kepada Ramadhan KH itulah aset terbesar buku ini yang tak bisa dibantah.

Sumber: www.wartakotalive.com, edisi 31 Oktober 2012

Wahyu Awaludin adalah Penulis dan pengamat biografi

Website: www.wahyuawaludin.com

Twitter: @wahyuawaludin




 
Kiat Heboh Bikin Biografi Gaya Ramadhan K.H. PDF Print E-mail


Resensi oleh Udo Z Karzi pada 7 Oktober 2012 pukul 11:30 ·

dimuat Lampung Post, Minggu, 7 Oktober 2012 hlm. 21


Judul buku: The Secret of Biography: Rahasia Menulis Biografi ala Ramadhan K.H.

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: Akademia, Jakarta, 2012

Halaman: xvi + 155 hlm.


"Ini tentang pengalamanku dengannya, dengan seseorang yang mementingkan segi membangkitkan semangat dan solidaritas bangsa untuk mencapai apa yang dicita-citakannya, apa yang sebenarnya kita cita-citakan bersama, yakni kemerdekaan bagi bangsa kita. Di balik itu, ia pun adalah seorang yang sangat penuh romantika. Aku mengikutinya, melayaninya, mengemongnya, berusaha keras menyenangkannya, meluluhkan keinginan-keinginannya.

Namun, pada suatu saat, setelah aku mengantarkannya sampai di gerbang apa yang jadi cita-citanya, berpisahlah kami, karena aku berpegang pada sesuatu yang berbenturan dengan keinginannya. Ia pun melanjutkan perjuangannya seperti yang tetap aku doakan. Aku tidak pernah berhenti mendoakannya."

(Inggit Ganarsih, Kuantar ke Gerbang hlm 2)

SIAPA yang tak tergetar membaca novel biografi Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno yang diterbitkan pertama kali oleh Pustaka Sinar Harapan, 1981, kemudian diterbitkan kembali oleh Kiblat Buku Utama, 2000 dan Bentang Pustaka, 2011. Bahkan, Mizan Production memproduksinya dalam bentuk film dengan pemeran Maudy Koesnaidi (Inggit Garnasih) dan Anjasmara (Bung Karno).

Kemampuan Ramadhan K.H. dalam melakukan rekonstruksi riwayat hidup Inggit Garnasih, istri pertama Presiden Indonesia pertama memang luar biasa. Tak perlu heran karena sebagai penyair, Ramadhan K.H. sangat memikat dalam Priangan Si Djelita (1956). Novel-novelnya Royan Revolusi (1958), Kemelut Hidup (1976), Keluarga Permana, (1978), dan Ladang Perminus (1990) mempumyai warna tersendiri dalam sejarah sastra Indonesia.

Ayahanda pemusik Gilang Ramadhan ini menjadi pioner dalam menulis roman biografi. Maka, lahirlah roman biografi lain dari penanya semacam Gelombang Hidupku: Dwi Dja dari Dardanella. Ada juga biografi tokoh-tokoh besar antara lain Ali Sadikin, Mochtar Lubis, D.I. Pandjaitan, Soemitro, Gobel, A.E. Kawilarang, Hoegeng, dan Adnan Buyung Nasution.

Yang paling heboh adalah ketika Ramadhan bersama G. Dwipayana meluncurkan Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1989). Buku ini banyak mendapat perhatian publik dengan segala kontroversinya.

Bagi pembaca buku, nama sastrawan kelahiran Bandung, 16 Maret 1927 memiliki tempat tersendiri. Kita jelas merasa kehilangan besar ketika peraih Hadiah Sastra ASEAN" (Southeast Asia Write Award) 1993 ini meninggal pada 16 Maret 2006. Tapi, peninggalannya berupa tidak kurang dari 30 buku puisi, novel, dan biografi menjadi warisan tak ternilai bagi bangsa ini.

Fakta menunjukkan kepergian seorang seniman, sastrawan, atau tokoh memang tak kan tergantikan. Adakah yang bisa menjadi duplikat bagi Bung Karno, Bung Hatta, Chairil Anwar, Mochtar Lubis, dan seterusnya? Rasanya sulit! Begitu juga dengan Ramadhan K.H., perjuangan hidupnya, dedikasinya, dan karya-karyanya, tidak mungkin bisa ditiru.

Namun, beruntunglah kita karena ada Zulfikar Fuad yang secara tekun berupaya "berguru" kepada almarhum. Hasilnya, lahirlah buku The Secret of Biography: Rahasia Menulis Biografi ala Ramadhan K.H. ini. Seperti ditulis dalam persembahannya, buku ini merupakan intisari pelajaran menulis biografi yang disampaikan kepada Zulfikar Fuad sepanjang tahun 2002-2003 (hlm. 5).

Buku ini terbagi empat bagian. Bagian I menghadirkan kembali Ramadhan K.H., mengenang Sang Maestro Biografi Indonesia. Bagian II membahas beberapa hal yang melatarbelakangi mengapa menulis biografi, syarat penulis biografi, dan tahapan penulisan dan penerbitan biografi. Bagian III membahas bagaimana Ramadhan K.H. menulis biografi, strategi dan praktik menulis biografi. Dan, Bagian IV membahas tentang beberapa catatan tokoh dan peristiwa.

Sebagai penulis biografi -- beberapa biografi yang sudah ditulisnya di antaranya biografi B.J. Habibie, Derom Bangun, Mochtar Sani Badrie, dan beberapa lagi, termasuk yang sedang dalam proses terbit biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono -- Zulfikar Fuad relatif berhasil melakukan transfer ilmu dan pengalaman Sang Maestro dalam menulis biografi melalui buku ini.

Menulis tentang manusia, pemikiran, dan lakon hidupnya memang selalu menarik. Apatah lagi Ramadhan K.H. Karena itu, buku ini sangat enak dibaca dan sangat kaya dengan tips, motivasi, dan seluk-beluk penulisan biografi. Pada bagian akhir, Zulfikar memperlihatkan contoh-contoh penulisan biografi tokoh dalam berbagai model.

Meskipun tidak sepenuhnya kemahiran Ramadhan K.H. dalam menggeluti penulisan biografi dapat disajikan dalam buku ini seperti diakui Zulfikar sendiri (hlm v-vi), kiranya buku ini sangat bisa memberikan inspirasi dan sekaligus menyadarkan kita bahwa segala ucapan, sikap, dan tindakan dari siapa pun bisa menjadi sejarah. Syaratnya, ditulis. Salah satu bentuknya yang cukup menantang adalah biografi atau autobiografi kalau ditulis sendiri.

Mari menulis biografi.

Udo Z. Karzi, pembaca buku





 
Meyibak Kesuksesan Sang Biograf dalam Menulis Biografi PDF Print E-mail


Resensi oleh Putri Nurbaiti pada 28 Oktober 2012 pukul 14:14 ·


Judul Buku : The Secret of Biography : Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H.

Penulis : Zulfikar Fuad

Penerbit : Akademia Permata, Jakarta

Jumlah Halaman : 155 Halaman

Terbit : 2012


Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut. Dalam biografi tersebut dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh (http://id.wikipedia.org/wiki/Biografi)

Menulis biografi adalah semacam upaya “penelanjangang” diri : diri sendiri dan diri orang yang ditulis. Dan seseorang bersedia menulis atau ditulis biografinya haruslah siap dengan penelanjangan tersebut. Mereka harus siap memindahkan ruang privat yang biasanya sangat sempit dan tertutup ke bentang ruang publik yang luas tak bertepi ketika menjadi buku. Sebab, salah satu kekuatan biografi adalah kejujuran dari sang subjek untuk membuka selebar-lebarnya. (Kata Pengantar Ramadhan K.H., Perintis Roman Biografi. Oleh : Djadjat Sudradjat, halaman vii)

Buku The Secret of Biography: Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H., yang ditulis oleh Zulfikar Fuad merupakan buku yang berisi tentang seorang wartawan sekaligus sastrawan yang telah memberikan pengaruh besar bagi perkembangan dunia sastra Indonesia dimana dirinya memutuskan untuk menggeluti penulisan biografi. Di dalam buku ini pula dijelaskan mengenai tehnik penulisan biografi menurut lelaki kelahiran Bandung, 16 Maret 1927 yang memiliki nama Ramadhan Kartahadimaja dan lebih dikenal dengan Ramadhan K.H.

Ramadhan K.H., memilih menulis biografi jenis autobiografi dengan pendekatan sebagai orang pertama dan menggunakan kata pengganti “aku” ataupun “saya”. Pendekatan orang pertama merupakan pendekatan yang seolah-olah penulis adalah si tokoh dalam penulisan tersebut.

Adapun karya-karya autobiografi yang telah dibuat beliau diantaranya adalah, Soekarno dan Inggit Garnasih, Soeharto, Dewi Dja, Ali Sadikin, Laksamana Sukardi, Kemal Idris, Gobel, dsb.

Beliau pun sebagai perintis dari sebuah roman biografi di Indonesia, keluar dari jalur penulisan biografi yang selama ini dinilai kaku karena hanya menyajikan sebuah biografi berisi tanggal-tanggal dan peristiwa atau kejadian yang melibatkan seorang tokoh.

Sedangkan sebuah roman biografi adalah tulisan riwayat hidup dengan menonjolkan kisah hidup romantisme dari si tokoh di kehidupan nyata ini. Dibuat oleh Ramadhan K.H. dengan bercerita seperti novel, pembaca dibawa terlibat dalam cerita. Seakan-akan berada di lokasi yang dituliskan dan merasakan apa yang dirasakan tokoh-tokohnya.

Namun hanya dua buah buku riwayat hidup dengan pendekatan roman biografi yang ditulis oleh seorang Ramadhan K.H., keduanya adalah Kuantar ke Gerbang : Kisah Cinta Ingit Garnasih dengan Bung Karno dan Gelombang Kehidupanku, Dewi Dja dari Darnadella.

Semua penjelasan di atas merupakan isi dari Bagian Kedua dalam buku tersebut, terdapat di halaman 23-25 mengenai Sekelebat tentang Buku Riwayat Hidup.

Selain itu juga masih di Bagian Kedua, Modal Utama : Waktu dan Kesabaran. Menjelaskan dalam menulis biografi sangat diperlukan untuk meluangkan waktu yang memadai, teratur dan berkesinambungan serta dituntut untuk bersabar. Karena pembuatan biografi agar hasilnya optimal, minimal selama 6 bulan bahkan bisa sampai satu tahun lamanya.

Penerima Hadiah Sastra Asia Tenggara 1993 ini pun menjelaskan mengenai empat syarat untuk menjadi penulis biografi. Yang pertama adalah, menulis dengan gaya bahasa sendiri. Menurutnya sebagai penulis biografi pemula belajar langsung kepada penulis biografi senior yang telah banyak menghasilkan karya biografi yang memikat dan menyejarah, pelajari semua hal tentang cara menulis biografi menurut versi penulis biografi senior. Adapun diantaranya adalah pendekatan penulisan, proses kreatif dan gaya bahasanya. Misalkannya dapat meniru gaya penulisan biografi yang dilakukan seorang Ramadhan K.H dengan gaya bahasa novel, namun tidak menirunya seratus persen. Buatlah sekreatif mungkin penulisan dengan gaya bahasa novel yang diciptakan dan dapat menjadi ciri khasnya kita dalam menulis biografi.

Yang kedua, melalui perkaya wawasan dengan banyak membaca apa saja. Wawasan yang luas dan multidisiplin merupakan kebutuhan pokok seorang penulis biografi. Perlu banyak membaca, karena penulisan biografi menuntut wawasan yang luas dan dedikasi total dalam proses penulisannya.

Untuk yang ketiga, perbanyak membaca buku biografi karya orang lain untuk memperkaya kerampilan kita dalam penulisan biografi. Dan ini merpakan belajar menulis biografi dari penulis lain secara tanpa tatap muka langsung.

Dan yang keempat, peka dengan persoalan hidup dan kemanusiaan. Kepekaan pun adalah modal utama bagi seorang penulis, tak hanya bagi penulis biografi tetapi bagi semua yang menggeluti dunia tulis-menulis. Kepekaan membantu penulis biografi memahami kehidupan tokoh dan konteks yang melahirkannya, membantu juga merekonstruksi kejadian masa lalu yang dialami tokoh.

Begitulah yang selalu dikatakan seorang Ramadhan K.H. mengenai syarat menjadi penulis biografi yang terdapat di Bagian Kedua di buku ini, kepada para

penulis yang mendatanginya untuk berdiskusi dengannya. Tak hanya di Bagian Kedua saja, tetapi di Bagian Ketiga pun masih membahas hal-hal yang berkaitan dengan menulis biografi. Sedangkan pada Bagian Keempat mengenai Catatan Tokoh dan Peristiwa, dan pada Bagian Kelima berisi Catatan www.penulisbiografi.com. Untuk Bagian Kesatu, mengawali dari semuanya adalah In Memoriam Ramadhan K.H.

Kelebihan buku ini sangat baik senagai referensi dalam penulisan biografi bagi siapa saja yang ingin belajar, maupun yang sedang menulis sebuah buku biografi.

Tetapi selain memiliki kelebihan, buku ini pun memiliki kekurangan yang terlalu banyak memberikan catatan mengenai tokoh-tokoh besar.

Dimuat di pelitaonline.com

Sabtu, 27Oktober 2012




 
Mengenang Sang Maestro Biografi PDF Print E-mail


Resensi oleh Andi Andrianto*


Judul Buku: The Secret of Biography: Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H.

Penulis: Zulfikar Fuad

Penerbit: Akademia, imprint PT. Indeks

Tahun Terbit: 2012

Tebal: xvi + 155 halaman


Kepergian Ramadhan K.H (alm.) menghadap Sang Pencipta pada 16 Maret 2006 meninggalkan duka mendalam negeri ini. Kita kehilangan sang maestro biograf. Penulis 30 buku biografi tokoh meninggalkan jejak langkah besar dalam khazanah kepenulisan. Semasa hidup, penyair kelahiran Bandung 16 Maret 1927 mendedikasikan diri menjadi penulis kisah kehidupan manusia.

Baginya setiap manusia unik dan istimewa. Sastrawan itu melampaui batas-batas maupun sekat perbedaan atau bahkan sikap primordial sempit dalam menuliskan cerita hidup manusia. Ia tak memandang keragaman ras, suku, ideologi, agama, politik, budaya, dan perbedaan lain sebagai penghambat dalam mengabadikan sejarah seseorang. Ia penulis biografi yang jujur dengan nurani. Jika manusia itu menginspirasi dan memberikan sumbangsih berharga di kehidupan, ia patut diabadikan dalam tulisan.

Spirit itulah yang tersurat maupun tersirat dari sosok Ramadhan. Karya-karya biografi beliau memotivasi, menginspirasi, bahkan memberikan dorongan kuat orang lain untuk mengikuti jejak yang ia sematkan dalam goresan pena. Buku ini mengenang Ramadhan. Warisan ilmu diberikan almarhum menginspirasi sang murid, Zulfikar, merekam kembali jejak pelopor roman biografi di Indonesia. Buku ini merupakan intisari pelajaran menulis biografi yang disampaikan kepada Zulfikar Fuad sepanjang 2002-2003. (hlm 5).

Penulis buku, satu dari sekian banyak orang yang berguru langsung dengan Ramadhan ihwal menulis biografi. Pengalaman hidup itu dituangkan Zulfikar di bukunya ini. Karya fenomenal berisi memoar kehidupan Ramadhan. Masa lalu hidup seseorang yang berkisah arti penting menulis biografi.

Bahasa lain, mengapa kita harus menulis sejarah hidup manusia, syarat-syarat apa saja dibutuhkan serta tahapan penulisan biografi—dikulas buku ini. Bagi Ramadhan, sebagaimana ditunjukkan pada komentar artis Gilang Ramadhan dan Shahnaz Haque terhadap buku ini bahwa almarhum kerap berkata “tidak ada cerita orang yang tak menarik”. Itu artinya, kehidupan manusia selalu menarik diangkat ke dalam buku.

Namun, tidak setiap orang mau dan mampu menulis biografi. Berbagai kendala atau tantangan dijawab buku ini dalam kajian cara, proses kreatif, dan atau trik menulis biografi. Dengan mengangkat cerita pengalaman Ramadhan, Zulfikar menyajikan seputar tip memudahkan pembaca menulis kisah hidup orang lain.

Strategi menulis biografi terasa lebih mudah jika teori dan praktik dilakukan, ditambah dengan contoh tulisan inspiratif dari seorang tokoh, seperti terdapat dalam kajian berikutnya karya ini. Pada bab terakhir, dipaparkan sampel tulisan biografi menggambarkan kisah hidup seseorang (tokoh).

Penulisan biografi menjadi genre tersendiri dalam labirin kepenulisan. Kisah Ramadhan dengan dinamika penulisan biografi yang disaji dalam buku setebal 155 halaman membawa terobosan penting dalam dunia penulisan tanah air. Penulisan biografi tak saja mengisahkan sejarah hidup manusia, tapi menuntun masyarakat mengikuti jejak langkah besar yang ia torehkan dalam kehidupan. Semoga!

Andi Andrianto adalah Kolumnis Yogyakarta.

Kontak Pribadi : 085292789498

* Resensi ini diterbitkan Jateng Pos pada Minggu 21 Oktober 2012.




 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 4 of 8

Informasi & Konsultasi

Click here to send message!

Send Message






Events Calendar

June 2017
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1

Facebook