Layanan :

Cover Buku

bukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubukubuku
Menulis Biografi, Upaya “Penelanjangan” Diri PDF Print E-mail

Oleh: DJADJAT SUDRADJAT

MENULIS biografi adalah semacam upaya “penelanjangan”diri: diri sendiri dan diri orang yang ditulis. Dan, seseorang yang bersedia menulis atau ditulis biografinya haruslah siap dengan penelanjangan itu. Mereka harus siap memindahkan ruang privat yang biasanya sangat sempit dan tertutup ke bentangan ruang publik yang luas tak bertepi ketika menjadi buku. Sebab, salah satu kekuatan biografi adalah kejujuran dari sang subjek untuk membuka diri selebar-lebarnya.

Biografi mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, My Life Bill Clinton (2004) amat ditunggu publik (Amerika) karena ada pengakuan jujur hubungan sang presiden dengan Monica Lewinsky, pekerja magang Gedung Putih, yang amat menghebohkan itu. Bahkan, ketika masih dalam proses penulisan saja pihak penerbit telah membayar Clinton 12 juta dolar AS (sekitar Rp120 miliar). Penjelasan Clinton tentang hubungannya dengan Lewinsky dinilai publik Amerika sebagai sesuatu yang bisa diterima. Apalagi Clinton juga merasa amat terpukul dengan kasus itu. “I was deeply ashamed of it and I didn’t want it to come out (Saya sungguh malu tentang hal itu [skandal cintanya dengan Lewinsky] dan saya tidak ingin hal ini sampai ke luar,“ (hlm.774).

Sebelumnya, buku yang juga mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Amerika salah satunya adalah The Autobiography of MALCOM X (1992) yang dituturkan kepada Alex Halay. Tokoh karismatik kulit hitam itu mampu menceritakan kisah hidupnya yang getir dan berlumpur sebagai orang kulit hitam di tengah hegemoni kulit putih yang amat diskriminatif. Ia menuai simpati karena mengungkapkan sisi gelap negeri demokrasi yang tidak memberikan tempat kepada minoritas (sekurangnya sebelum tahun 1960-an). Biografi Malcom X adalah cerita pilu tentang anak manusia di negeri pencetus HAM. Buku ini menjadi bestseller versi The New York Times.

Sementara buku biografi Soeharto, The Life and Legacy of Indonesia’s Second President (2007) — dengan embel-embel “an authorized Biography” — yang ditulis Retnowati Abdulgani-Knapp dinilai amat pro Soeharto. Sebab, berkali-kali dalam tulisannya, putri tokoh nasional Ruslan Abdulgani itu memohon kepada pembaca supaya memaklumi Soeharto sebagai orang yang telah berjasa besar terhadap Indonesia. Padahal, banyak hal mengenai Soeharto masih menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, bahkan masih kontroversial. Penulis dianggap telah “ambil bagian” terlalu banyak dalam menulis biografi Soeharto.

Memang, menulis biografi yang menggugah dan berdaya tahan lama tidaklah mudah. Sang penulis harus pandai-pandai menggali berbagai hal dari tokoh yang hendak ditulis–-termasuk hal yang sangat sensitif dan sangat pribadi sifatnya. Sementara autobiografi (yang ditulis sendiri atau seperti diceritakan kepada orang lain) juga butuh daya ingat yang tajam tentang masa silam dan kejujuran yang prima tentang berbagai hal yang pernah menjadi pengetahuan/gunjingan publik.

Di Indonesia penulis biografi belumlah banyak. Tetapi, di antara yang sedikit itu, Ramadhan Kartahadimadja atau yang populer dengan nama Ramadhan Kh., termasuk yang istimewa. Karena, sastrawan kelahiran Bandung, 16 Maret 1927 ini, kemudian mengkhususkan diri menulis biografi dan bahkan merintis apa yang disebut roman biografi. Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit Garnasih dengan Bung Karno (1981) dan juga Gelombang Hidupku: Dewi Dja dari Dardanella (1982) adalah contoh roman biografi itu. Dalam Kuantar ke Gerbang, Ramadhan sangat berhasil mengorek percintaan Inggit yang telah bersuami dengan pemuda Soekarno.

Mantan anggota Akademi Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta ini menulis lebih dari 30 buku, dan dari jumlah itu sepertiganya adalah biografi. A.E. Kawilarang, Soeharto, Soemitro, D.I. Panjaitan, Hoegeng, Mochtar Lubis, dan Ali Sadikin adalah nama-nama besar yang pernah digarap biografinya oleh Ramadhan. Yang istimewa, seperti pernah ia katakan kepada saya, Ramadhan menulis semua naskah buku dengan tulisan tangan.

Akan tetapi, dari sekian banyak buku biografi Ramadhan, yang menyedot perhatian publik amat luas adalah biografi penguasa Orde Baru, Soeharto, berjudul Soeharto, Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1989). Buku ini ia tulis bersama G. Dwipayana. Buku yang menghebohkan itu, ternyata hasil dari dua kali pertemuan dengan Presiden Soeharto secara langsung. Selebihnya ia mengajukan pertanyaan secara tertulis.

Namun, meski buku itu mendapat sambutan luas, seperti yang ia katakan kepada saya, Ramadhan tidak happy. Sebab, ia merasa tidak berhasil mengorek perasaan sang jenderal besar itu. Ia memang meminta kepada G. Dwipayana, yang waktu itu sebagai orang di lingkaran dalam istana, supaya boleh sebebas-bebasnya menanyakan kepada Soeharto dan jangan dicurigai. Dwipayana setuju. “Tetapi, toh masih ada saja kekurangannya. Ketika pertanyaan itu diajukan memang (jawabannya) tidak keluar dari Pak Harto. Minim sekali. Pikirannya, ucapannya, action-nya, memang ya, tetapi perasaannya tidak. Itu sebabnya,judulnya Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya. Karena saya tidak berhasil mengorek perasaaanya. Pak Harto agaknya pandai menyimpan perasaannya,” kata dia kepada saya. (Media Indonesia, 27 Desember 1992).

Kekecewaan Ramadhan, selain amat sedikit bertemu Soeharto, sebagai penulis ia juga merasa kurang dihargai. Ketika menanyakan imbalannya sebagai penulis, misalnya, ia dipingpong pihak Cendana. Ia pernah menanyakan kepada Siti Hardiyanti Rukmana, putri sulung Soeharto sebagai bos PT Citra Lamtoro Gung Persada–penerbit buku tersebut—tapi mendapat jawaban yang kurang menyenangkan. Ramadhan disuruh menanyakan hasil jerih payahnya menulis kepada Sekretariat Negara. “Saya kecewa sekali,” kata dia lirih. (Waktu itu [tahun 1992] ia wanti-wanti bagian ini tidak dimuat di koran. Saya setuju, dengan pertimbangan agar Ramadhan dan Media Indonesia tidak mendapat kesulitan dari penguasa).

Setelah biografi Soeharto, tiga tahun kemudian ia menulis memoar mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dengan judul Bang Ali, Demi Jakarta (1966-1977). Bang Ali adalah seteru berat Soeharto. Dengan menulis Bang Ali, sang seteru penguasa Orde Baru itu, terlihat kekecewaan Ramadhan tertebus. Hubungan keduanya (Ali Sadikin-Ramadhan) memang cukup dekat. Waktu itu, pada 1992, ia memberikan buku Bang Ali kepada saya dengan harapan Media Indonesia meresensinya. Dan, saya memang meresensinya dengan memuji buku tersebut sebagai buku bermutu, karena berisi keteladanan seorang gubernur yang berani, tegas, dan penuh inovasi. Bang Ali meninggalkan Balai Kota–karena tidak dipilih lagi sebagai gubernur oleh Soeharto— justru ketika ia dalam puncak keharuman namanya!

Dari sekian banyak buku biografi yang ditulis pengagum penyair Spanyol Federico Garcia Lorca itu, agaknya,yang paling tidak tidak memberikan kepuasan batin–juga mungkin finansial—justru ketika Ramadhan menggarap biografi seorang presiden. Secara awam saja, mestinya biografi Soeharto itulah yang paling membanggakan dan paling mendatangkan materi. Ternyata dua-duanya tidak! Ini artinya, bagi seorang penulis, khususnya Ramadhan Kh., bahwa kepuasaan batin adalah perkara paling utama dalam menulis.

***

PENULISAN biografi adalah wilayah terbuka, amat menantang, dan belum banyak yang memilih sebagai spesialisasi garapan. Karena itu, adalah pilihan tepat kalau ada di antara kita memilih “genre” penulisan ini sebagai pilihan. Dan, buku yang ditulis Zulfikar Fu’ad ini, bisa membantu pembaca, terutama yang ingin menekuni penulisan biografi. Ia bisa sebagai “penuntun”.

Pilihan Ramadhan Kh. yang sebelumnya dikenal sebagai seorang penyair, novelis, dan wartawan, kemudian menggeluti penulisan biografi, sebagai garapan utama dalam buku ini adalah pilihan tepat. Pria yang oleh temanteman dekatnya dipanggil Kang Atun itu, dinilai sebagai penulis biografi terbaik, sosok rendah hati, dan pembimbing yang tekun. Meski sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri, karena mengikuti sang istri sebagai diplomat, ia tetap sebagai seorang Sunda, seorang Indonesia, seorang yang bersahaja.

Dengan nama besar sebagai sastrawan, antara lain menulis Priangan Si Djelita (kumpulan sajak, 1956), Royan Revolusi (novel, 1958), Kemelut Hidup (novel, 1976), Keluarga Permana (novel, 1978), Untuk Sang Merah Putih (novel, 1988), dan Ladang Perminus (novel, 1990), penerima Hadiah Sastra Asia Tenggara 1993 ini tidak merasa harus membusungkan dada. Konkretnya, beberapa kali dalam menulis biografi, ia mengajak para penulis yang lebih junior, antara lain Abrar Yusra dan Ray Rizal. Inilah bimbingan nyata Ramadhan.

Memang, belajar terbaik adalah langsung “magang” pada mereka yang dianggap punya reputasi. Tetapi, kalaupun bisa, Ramadhan cuma satu. Artinya, yang bisa “nyantrik” untuk belajar niscaya amatlah sedikit. Terlebih lagi, sosok pembimbing itu sudah tiada. Ia telah berpulang pada 2006. Ia wafat tepat di hari ulang tahunnya, 16 Maret. (Tak banyak manusia yang dipanggil Sang Khalik tepat di hari kelahirannya! Lagi-lagi, Kang Atun, termasuk yang sedikit itu).

Karena itu, sekali lagi, kehadiran buku Zulfikar Fu’ad menjadi penting sebagai penuntun penulisan biografi itu. Tentu, seribu buku panduan praktis sebaik apa pun tidak ada manfaatnya kalau tidak disertai praktik lapangan. Karena itu, hal terbaik adalah baca buku ini dan langsung action.

Selamat “menelanjangi” diri sendiri dan diri orang lain.


* DJADJAT SUDRADJAT adalah Wakil Pemimpin Umum Harian Lampung Post/ Anggota Dewan Redaksi Media Group.

* Tulisan ini dikutip dari pengantar buku “Menulis Biografi, Jadikan Hidup Anda Lebih Bermakna!: Kiat Ramadhan KH Menulis Biografi yang Memikat & Menyejarah” yang ditulis oleh Zulfikar Fuad dan diterbitkan oleh Pustaka Pelajar bekerjasama dengan LIFE STORY Publisher.


 
Berada di Depan, Menerangi Bangsa PDF Print E-mail

Oleh: SURYA PALOH, CEO MEDIA GROUP

MENULIS jejak para tokoh adalah juga mengungkap sistem nilai masyarakat yang melahirkan tokoh itu. Sebab, para tokoh juga lahir dari masyarakat. Lingkungan pergaulan atau milieu memang selalu punya peran penting terhadap kualitas manusia yang lahir di situ.

Seperti misalnya Eropa. Kenapa di masa lalu benua itu amat banyak melahirkan filsuf, ilmuwan, seniman, dan kaum cerdik pandai? Untuk menyebut beberapa nama misalnya J.J. Rousseau, Niccolo Machiavelli, Charles Darwin, Copernicus, Rene Descartes, Voltaire, Francis Bacon, Albert Einstein, Sigmund Freud, Shakespeare, dan segudang nama lain lagi, lahir di benua itu. Lahirnya nama nama besar ini pastilah karena Eropa mempunyai milieu dan tradisi pendidikan yang berkualitas.

Di Indonesia, Sumatera Barat juga menjadi contoh yang menarik. Di masa silam geografi ini amat subur melahirkan tokok-tokoh besar baik di bidang politik maupun kebudayaan. Sebut misalnya, Haji Agoes Salim, Mohammad Jamin, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Sutan Takdir Alisjahbana, Buya Hamka, serta sederet nama lain lagi. Mereka adalah para tokoh yang berperan sebagai pemandu masyarakat.

Tetapi, ironisnya, kini di masyarakat kita justru ada semacam krisis keteladanan. Padahal, dari tokoh di masa silam kita tak kurang mempunyai contoh terbaiknya. Dari Bung Karno kita bisa belajar nasionalisme dan bagaimana ia menjaga martabat bangsanya, sehingga Indonesia punya wibawa di mata dunia. Dari Mohammad Hatta kita bisa belajar kesederhanaan, kesalehan, dan penghargaan terhadap pluralitas.

Dari wilayah politik, kita sungguh bisa belajar dari para tokoh yang menjadi pelaku demokrasi di era 1950-an, yang menurut banyak pengamat luar negeri sebagai masa paling menjanjikan dalam politik Indonesia. Sebab, di masa ini para politikus benar-benar belajar keras menjadi negarawan sejati. Mereka menjauhi perilaku korup. Mereka mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan. Mereka bisa sangat berbeda dalam berpolitik, tetapi tetap membangun hubungan kemanusiaan secara hangat!

Karena itu, tidak salah jika almarhum Daniel Lev, seorang Indonesianis kenamaan, menganjurkan dalam berpolitik bangsa Indonesia tidak usah berkiblat jauh-jauh ke Eropa atau ke Amerika. Ia menyeru agar bangsa ini mempelajari politik milik sendiri, yakni demokrasi tahun 1950-an yang bermutu tinggi. Ini artinya, kita sesungguhnya punya nilai-nilai keutamaan sebagai bangsa, tetapi sayang warisan bermutu itu kini dipinggirkan begitu rupa, bahkan dibuang ke tempat sampah. Para politikus hari ini justru kerap mempertontonkan perilaku yang amat menyakitkan rakyat.

Para tokoh, seharusnya memang berada di depan menerangi bangsanya.


*Tulisan ini dikutip sebagian dari buku “100 Tokoh Terkemuka Lampung”, penerbit Harian Lampung Post, dengan sedikit pengubahan pada judul.


 
Rekomendasi: Buku Hebat dari Penulis Hebat PDF Print E-mail

Oleh: Zulfikar Fuad

Stephenie Meyer, novelis yang terkenal di dunia dengan karyanya Twilight Saga mengatakan “Sesungguhnya, semakin dalam kau menekuni dunia tulis-menulis, kau akan menyadari bahwa tidak ada cerita yang benar-benar baru”.

Ia benar, tidak ada cerita yang benar-benar baru. Setiap cerita telah diceritakan, jadi setiap penulis hanya menceritakan dengan cara lain. Itulah salahsatu alasan terbesar kita harus banyak membaca ketika menulis. Untuk memperkaya wawasan Anda tentang menulis, saya rekomendasikan buku-buku hebat yang ditulis oleh penulis hebat, sebagai berikut:


1. The Twilgiht Saga: The Official Illustrated Guide

Penulis: Stephenie Meyer

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


2. Menulis Fiksi Itu Seksi: 1001 Trik Menulis Fiksi dengan Asyik dari Penulis Bestseller

Penulis: Alberthiene Endah

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


3. Kitab Writer Preneur: Jangan (Takut) Jadi Penulis!

Penulis: Sofie Beatrix

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


4. Happy Writing: 50 Kiat Agar Bisa Menulis dengan “Nyasyik”

Penulis: Andrias Harefa

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


5. Chicken Soup for The Writer’s Soul: Harga Sebuah Impian, Para Penulis Berbagi Cerita

Penulis: Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Bud Gardner

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


6. Be A Writer, Be A Celebrity!: The Secrets of Best-Seller Novels

Penulis: Andrei Aksana

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


7.  Mengarang Novel Itu Gampang

Penulis: Arswendo Atmowiloto

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


8.  Mengarang Itu Gampang: Menulis Skenario & Laku

Penulis: Arswendo Atmowiloto

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


9. Menaklukkan Media: Berbagi Pengalaman Menulis Opini & Resensi Buku

Penulis: Andi Andrianto

Penerbit: PT. Elex Media Komputindo


10. Enam Langkah Jitu: Agar Tulisan Anda Makin Hidup dan Enak Dibaca

Penulis: Wahyu Wibowo

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


11. Goodreads: Komunitas Gila Baca, Tempat Jitu Promosi Buku

Penulis: Alexius Satyo Widijanuarto

Penerbit: PT. Elex Media Komputindo


12. Ternyata Menulis Itu Mudah dan Menghasilkan Uang

Penulis: Satria Nova

Penerbit: PT. Elex Media Komputindo


13. Prinsciples of Creative Writing

Penulis: R. Masrie Sareb Putra

Penerbit: PT. Indeks


14. 5 Langkah Melahirkan Mahakarya: Melejitkan Potensi Diri dengan Biasakan Berkarya

Penulis: Muhammad Musrofi

Penerbit: Hikmah (Mizan Publika)


15. Bagaimana Menulis Biografi? Persfektif Jurnalisme

Penulis: Ana Nadya Abrar

Penerbit: Emerson


16. Pedoman Menulis Otobiografi

Penulis: Roy Mungo

Penerbit: Pustaka Tangga


17. Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller

Penulis: Edy Zaqeus

Penerbit: Five Star


18. Taktis Menyunting Buku

Penulis: Bambang Trim

Penerbit: Maximalis


19. Karier Top sebagai Penulis

Penulis: Bambang Trim

Penerbit: PPM Manajemen


20. Mind Writing: Memotovasi Seseorang untuk Menulis Lebih Penting daripada Belajar Teori Bahasa

Penulis: Herien Priyono

Penerbit: Leutika


21. Meramu Kisah Dramatis, Menuju Klimaks dalam Cerita

Penulis: William Noble

Penerbit: Mizan Learning Center


22. Mencipta Sosok Fiktif yang Memikat dan Dipercaya Pembaca

Penulis: Orson Scott Card

Penerbit: Mizan Learning Center


23. Creative Writing: 72 Jurus Seni Mengarang

Penulis: Dra. Naning Pranoto, MA

Penerbit: PT. Primamedia Pustaka (Kelompok Gramedia Majalah)


24. How to Write and Market A Novel

Penulis: R. Masrie Sareb Putra & Yennie Hardiwidjaja

Penerbit: Kolbu (MQS Publishing)


25. 7 Hari Mahir Menulis Buku Best Seller

Penulis: M. Mufti Mubarok

Penerbit: Mumtaz Media (Java Pustaka Group)


26. 88 Kiat Menjadi Penulis Hebat

Penulis: Syamsa Hawa & Irawan Senda


27. Menulis Itu Gampang

Penulis: Damien Dematra

Penerbit: Gerakan Nasional Menulis


28. 200 Ide Gila Menulis Buku

Penulis: Dewanto Nugroho

Penerbit: Salamadani


29.  Saya Bermimpi Menulis Buku

Penulis: Bambang Trim

Penerbit: Kolbu


30.  Terampil Mengarang

Penulis: The Liang Gie

Penerbit: Andi


31.   A Million Miles In A Thousand Years

Penulis: Donald Miller

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


32.   The Art of Stimulating Idea

Penulis: Bambang Trim

Penerbit: Metagraf (Tiga Serangkai Group)


33.   Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis: Wijaya Kusumah

Penerbit: PT. Indeks


34.   Be a Brilliant Writer, Kiat Sukses Menjadi Pendekar Pena

Penulis: Afifah Afra

Penerbit: Gizone Books (Imprint Indiva Media Kreasi)




 
Rekomendasi: Buku Hebat dari Penulis Hebat (2) PDF Print E-mail

alt

Stephenie Meyer, novelis yang terkenal di dunia dengan karyanya Twilight Saga mengatakan “Sesungguhnya, semakin dalam kau menekuni dunia tulis-menulis, kau akan menyadari bahwa tidak ada cerita yang benar-benar baru.”

Ia benar, tidak ada cerita yang benar-benar baru. Setiap cerita telah diceritakan, jadi setiap penulis hanya menceritakan dengan cara lain. Itulah salah satu alasan terbesar kita harus banyak membaca ketika menulis. Untuk memperkaya wawasan Anda tentang menulis, saya rekomendasikan buku-buku hebat yang ditulis oleh penulis hebat, sebagai berikut.

 

1. The Twilight Saga: The Official Illustrated Guide

Penulis: Stephenie Meyer

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

2. Menulis Fiksi Itu Seksi: 1001 Trik Menulis Fiksi dengan Asyik dari Penulis Bestseller

Penulis: Alberthiene Endah

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

3. Kitab Writerpreneur: Jangan (Takut) Jadi Penulis!

Penulis: Sofie Beatrix

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

4. Happy Writing: 50 Kiat Agar Bisa Menulis dengan “Nyasyik”

Penulis: Andrias Harefa

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

5. Chicken Soup for The Writer’s Soul: Harga Sebuah Impian, Para Penulis Berbagi Cerita

Penulis: Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Bud Gardner

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

6. Be A Writer, Be A Celebrity!: The Secrets of Best-Seller Novels

Penulis: Andrei Aksana

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

7.  Mengarang Novel Itu Gampang

Penulis: Arswendo Atmowiloto

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

8.  Mengarang Itu Gampang: Menulis Skenario & Laku

Penulis: Arswendo Atmowiloto

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

9. Menaklukkan Media: Berbagi Pengalaman Menulis Opini & Resensi Buku

Penulis: Andi Andrianto

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

 

10. 6 Langkah Jitu: Agar Tulisan Anda Makin Hidup dan Enak Dibaca

Penulis: Wahyu Wibowo

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

11. Goodreads: Komunitas Gila Baca, Tempat Jitu Promosi Buku

Penulis: Alexius Satyo Widijanuarto

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

 

12. Ternyata Menulis Itu Mudah dan Menghasilkan Uang

Penulis: Satria Nova

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

 

13. Principles of Creative Writing

Penulis: R. Masrie Sareb Putra

Penerbit: PT Indeks

 

14. Lima Langkah Lahirkan Mahakarya: Melejitkan Potensi Diri dengan Biasakan Berkarya

Penulis: Muhammad Musrofi

Penerbit: Hikmah (Mizan Publika)

 

15. Bagaimana Menulis Biografi? Persfektif Jurnalisme

Penulis: Ana Nadya Abrar

Penerbit: Emerson

 

16. Pedoman Menulis Otobiografi

Penulis: Roy Mungo

Penerbit: Pustaka Tangga

 

17. Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller

Penulis: Edy Zaqeus

Penerbit: Five Star

 

18. Taktis Menyunting Buku

Penulis: Bambang Trim

Penerbit: Maximalis

 

19. Karier Top sebagai Penulis

Penulis: Bambang Trim

Penerbit: PPM Manajemen

 

20. Mind Writing: Memotivasi Seseorang untuk Menulis Lebih Penting daripada Belajar

Teori Bahasa

Penulis: Herien Priyono

Penerbit: Leutika

 

21. Meramu Kisah Dramatis, Menuju Klimaks dalam Cerita

Penulis: William Noble

Penerbit: Mizan Learning Center

 

22. Mencipta Sosok Fiktif yang Memikat dan Dipercaya Pembaca

Penulis: Orson Scott Card

Penerbit: Mizan Learning Center

 

23. Creative Writing: 72 Jurus Seni Mengarang

Penulis: Dra. Naning Pranoto, M.A.

Penerbit: PT Primamedia Pustaka (Kelompok Gramedia Majalah)

 

24. How to Write and Market A Novel

Penulis: R. Masrie Sareb Putra & Yennie Hardiwidjaja

Penerbit: Kolbu (MQS Publishing)

 

25. 7 Hari Mahir Menulis Buku Best Seller

Penulis: M. Mufti Mubarok

Penerbit: Mumtaz Media (Java Pustaka Group)

 

26. 88 Kiat Menjadi Penulis Hebat

Penulis: Syamsa Hawa & Irawan Senda

 

27. Menulis Itu Gampang

Penulis: Damien Dematra

Penerbit: Gerakan Nasional Menulis

 

28. 200 Ide Gila Menulis Buku

Penulis: Dewanto Nugroho

Penerbit: Salamadani

 

29.  Saya Bermimpi Menulis Buku

Penulis: Bambang Trim

Penerbit: Kolbu

 

30.  Terampil Mengarang

Penulis: The Liang Gie

Penerbit: Andi

 

31.   A Million Miles In A Thousand Years

Penulis: Donald Miller

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

32.   The Art of Stimulating Idea

Penulis: Bambang Trim

Penerbit: Metagraf (Tiga Serangkai Group)

 

33.   Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis: Wijaya Kusumah

Penerbit: PT Indeks

 

34.   Be a Brilliant Writer, Kiat Sukses Menjadi Pendekar Pena

Penulis: Afifah Afra

Penerbit: Gizone Books (Imprint Indiva Media Kreasi)

35.   TE-WE (Travel Writer): Being Traveler, Being Writer

Penulis: Gol A Gong

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

 

36.  Genius Menulis: Penerang Batin Para Penulis

Penulis: Faiz Manshur

Penerbit: Nuansa Cendekia

 

37.  Jadi Penulis? Siapa Takut!

Penulis: Alif Danya Munsyi

Penerbit: Kaifa (Kelompok Mizan)

 

38. Menulis di Blog Bisa Bikin Kaya

Penulis: Trio Sumawung

Penerbit: PT Indeks

 

39.  Menulis untuk Dibaca: Feature & Kolom

Penulis: Zulhasril Nasir, Ph.D.

Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

 

40.  Bagaimana Cara Mengarang Novel

Penulis: Maria A. Sardjono

Penerbit: PT Pustaka Sinar Harapan

 

41.  Menulis Super Cepat Secara Otodidak

Penulis: Reno Raharja

Penerbit: Laskar Askara

 

42.  Kiat Sukses Sang Editor

Penulis: Jhoni Hari Santosa & E. Kosasih

Penerbit: Yrama Widya

 

43.  I am A Writer: Panduan Pengembangan Diri

Penulis. Andrea Tejokusumo

Penerbit: Sunray Books

 

44.  Becermin Lewat Tulisan

Penulis: Mathilda AMW Birowo

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

45.  Guru Juga Bisa (me) Nulis

Penulis: Ismail Kusmayadi

Penerbit: Tinta Emas Publishing

 

46.  Proses Kreatif Menulis Cerpen

Penulis: Hermawan Aksan

Penerbit: Nuansa Cendekia

 

47.  Demi Pena dan Apa yang Mereka Tuliskan

Penulis: Muchtar A.F.

Penerbit: Yrama Widya

 

48.  When Author Meets Editor

Penulis: Luna Torashyngu & Donna Widjajanto

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

 

49.  Duhai Perempuan Menulislah Agar Engkau Semakin Cantik

Penulis: Reni Nuryanti

Penerbit: Tiara Wacana

 

50.  Kekuatan Pena

Penulis: Eko Prasetyo

Penerbit: PT Indeks

 

51.  Penulisan Sastra Kreatif

Penulis: Heru Kurniawan & Sutardi

Penerbit: Graha Ilmu

 

52.  Daripada Bete Nulis Aja!

Penulis: Caryn Mirriam-Goldgerg, Ph.D.

Penerbit: Kaifa for Teens

 

53.  Taruhan Mewujudkan Tulisan

Penulis: Margaret Atwood

Penerbit: Jalasutra

 

 
Penemuan Terbesar Steve Jobs adalah Kematian PDF Print E-mail

Oleh: Zulfikar Fuad

Steve Jobs, CEO Apple adalah seorang yang dikenal sangat menjaga privasinya, itu sebabnya ketika pada musim panas 2004 ia menelepon Walter Isaacson dan meminta penulis biografi itu menuliskan kisah hidupnya, Isaac setengah tidak percaya. Ketika suatu kali Isaac bertanya mengapa ia memintanya menuliskan kisah hidupnya, Jobs menjawab, “Menurutku, kau pintar sekali membuat orang bicara,”.

Walter Isaacson, penulis biografi yang dikagumi dunia karena kemampuannya membangun cerita yang utuh dan “hidup” dalam setiap episode kehidupan seorang tokoh, baik tokoh yang sudah tiada maupun yang masih hidup. Selain biografi Steve Jobs, ia menulis sejumlah biografi tokoh berpengaruh dunia, antara lain: Einstein: His Life and Universe, Benjamin Franklin: An American Life, dan Kissinger: A Biography.

Setelah melakukan wawancara lebih dari empat puluh kali dengan Jobs selama dua tahun, serta ratusan wawancara dengan keluarga, sahabat, musuh, pesaing dan kolega Jobs, Walter Isaacson berhasil menjadikan Steve Jobs tetap “hidup”, setidaknya dalam kenangan pengagumnya di seluruh belahan dunia.

Walter Isaacson menyusun rangkaian cerita menarik tentang kehidupan Steve Jobs dalam sudut pandang orang ketiga (penulis) yang bebas melakukan interpretasi apapun atas sosoknya. Dan untungnya, sejak awal Jobs sama sekali tidak mempengaruhi cara Isaac menuangkan kisah hidupnya dalam tulisan, bahkan ia tidak mau menggunakan haknya mengoreksi naskah buku itu. Ia menolak mengontrol sedikitpun proses penulisan biografinya.

Dengan kebebasan yang luas itu, ditambah kejujuran Jobs tentang banyak sisi gelap kehidupannya, Isaacson menyuguhkan kisah memukau tentang sosok manusia paling berpengaruh di dunia pada abad ini, yang selama hidupnya berhasil merevolusi enam industri: komputer pribadi, film animasi, musik, ponsel, komputer tablet dan penerbitan digital. Steve Jobs digambarkan sebagai seorang pemuja kesempurnaan yang sisi kehidupannya penuh kontroversi.

Steve Jobs adalah manusia sempurna, tentunya sempurna sebagai manusia, lengkap dengan sisi positif dan negatifnya. Kepribadiannya sering membuat orang di sekelilingya marah dan putus asa, tetapi mengagumi kesempurnaan teknologi, dan pada akhirnya tentang kesempurnaan hidup. Pencariannya pada Tuhan akhirnya melengkapi serial hidupnya.

Pada akhirnya, penemuan terbesar Steve Jobs dalam hidupnya adalah tentang kematian. Pada pidatonya di hadapan para mahasiswa Universitas Stanford tahun 2005, Steve Jobs mengungkapkan kesadarannya yang kuat tentang kematian dan bahkan hari-harinya diisi dengan persiapan menghadapi kematian.

““Ketika saya berumur 17 tahun, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, suatu hari kamu akan merasa hal itu memang benar.” Kata-kata itu mengesankan saya, dan sejak itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat di cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri:” Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya ingin melakukan apa yang saya lakukan hari ini?” Dan setiap kali jawabannya “tidak ” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya perlu mengubah sesuatu.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat yang paling penting yang pernah saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar dalam hidup. Karena hampir segala sesuatu – semua harapan eksternal, kebanggaan, takut akan malu atau gagal – semua itu akan sirna saat menghadapi kematian, meninggalkan hanya apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari perangkap cara berpikir akan kehilangan sesuatu. Kamu sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hatimu.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa pankreas itu.Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah kanker yang tidak dapat disembuhkan dan bahwa saya mempunyai harapan hidup tidak lebih dari tiga sampai enam bulan.Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan urusan saya, yang merupakan pertanda dari dokter untuk mempersiapkan kematian. Ini berarti berusaha memberitahu semua anak Anda tentang sesuatu yang Anda pikir Anda memiliki 10 tahun untuk memberitahu mereka hanya dalam beberapa bulan. Ini berarti untuk memastikan segala sesuatu telah diatur sehingga akan memudahkan keluarga Anda. Ini berarti untuk mengucapkan selamat tinggal.

Saya hidup dengan diagnosa itu sepanjang hari. Kemudian pada suatu malam saya menjalani biopsi, di mana mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan saya, melalui perut  lalu ke dalam usus, menaruh jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel dari tumor. Saya dibius, namun istri saya yang ada di sana mengatakan bahwa ketika melihat sel di bawah mikroskop, para dokter mulai menangis karena ternyata sel-sel itu menjadi bentuk  kanker pankreas yang sangat jarang dan dapat disembuhkan dengan operasi. Lalu saya dioperasi dan saya baik-baik saja sekarang.

Hal itu merupakan pengalaman terdekat saya dengan kematian dan saya berharap itu yang terdekat yang saya dapatkan untuk beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa mengatakan hal berikut dengan yakin kepada kalian sedikit lebih daripada ketika kematian merupakan konsep yang berguna namun murni intelektual:

Tidak ada yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun kematian merupakan tujuan yang kita semua yakini. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian sepertinya satu-satunya buah terbaik dari kehidupan. Kematian merupakan agen perubahan Kehidupan. Kematian menyingkirkan yang tua untuk membuat jalan bagi yang baru. Sekarang yang baru adalah kalian, tapi suatu hari tidak terlalu lama dari sekarang, kalian secara bertahap akan menjadi tua dan harus disingkirkan. Maaf bila terdengar terlalu dramatis, tetapi hal itu memang benar.

Waktu yang kalian miliki terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani kehidupan orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma – yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan kebisingan pendapat orang lain menenggelamkan suara hatimu. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi. Bagaimanapun hati dan intuisi paling tahu apa yang benar-benar kalian inginkan. Segala sesuatu yang lain menjadi tidak penting.”

Kesadaran bahwa pada akhirnya ia akan meninggalkan kehidupan menjejak bumi untuk selamanya, mendorong Steve Jobs memaknai setiap waktu yang tersisa dan mempersiapkan diri kapan saja waktunya sang maut menjemput.

Dan, Steve Jobs adalah seorang yang sadar sejarah. Ia mengerti sekali tentang pentingnya meninggalkan kisah hidupnya pada yang masih hidup. Ketika banyak orang besar tidak berkenan ditulis kisah hidupnya (sebagian besar karena malau-malu kucing), Jobs justru berinisiatif meminta seorang penulis biografi menuliskan kisah hidupnya.

Thanks Jobs, good job.


 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 6 of 8

Informasi & Konsultasi

Click here to send message!

Send Message






Events Calendar

June 2017
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1

Facebook